Vol :  5     No :  2     Tahun :  2020

Kesiapan Guru Sekolah Avicenna Jagakarsa dalam Melaksanakan E-Learning di Masa Pandemi Covid-19

Kristiningsih
Teknik Informatika
kriswidaryanto@gmail.com


Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesiapan pembelajaran e-learning saat pandemi COVID-19 di SMA Avicenna Jagakarsa dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang masih kurang dan perlu diperbaiki. Model E-Learning Readiness yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model e-learning readiness (ELR) Aydin & Tasci dengan skala penilaiannya yang dikelompokkan dalam empat faktor. Faktor-faktor tersebut yaitu manusia, pengembangan diri, teknologi, dan inovasi. E-learning readiness tidak hanya bisa digunakan dalam persiapannya saja, tetapi juga dapat digunakan oleh organisasi atau lembaga yang telah menerapkan e-learning. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif, yaitu dengan menggambarkan atau mendiskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia berdasarkan model e-learning readiness (ELR) Aydin & Tasci. Hasil penelitian menunjukan bahwa Guru Sekolah Avicenna Jagakarsa mempunyai indeks kesiapan e-learning skor ELR keseluruhan X=4,31 . Hal tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Avicenna Jagakarsa telah siap dalam menerapkan e-learning akan tetapi masih perlu adanya peningkatan

Kata Kunci :   e- learning, e- learning readines, ELR, covid- 19

Berikut adalah daftar Artikel Ilmiah JURNAL SAP yang telah terdaftar di SAKAINTEK UNINDRA PGRI
  Jumlah Data Artikel Ilmiah Jurnal SAP : 14

No Artikel Ilmiah
1 Vol : 5       No : 2       Tahun : 2020

Kesiapan Guru Sekolah Avicenna Jagakarsa dalam Melaksanakan E-Learning di Masa Pandemi Covid-19


Kristiningsih
Teknik Informatika
kriswidaryanto@gmail.com

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesiapan pembelajaran e-learning saat pandemi COVID-19 di SMA Avicenna Jagakarsa dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang masih kurang dan perlu diperbaiki. Model E-Learning Readiness yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model e-learning readiness (ELR) Aydin & Tasci dengan skala penilaiannya yang dikelompokkan dalam empat faktor. Faktor-faktor tersebut yaitu manusia, pengembangan diri, teknologi, dan inovasi. E-learning readiness tidak hanya bisa digunakan dalam persiapannya saja, tetapi juga dapat digunakan oleh organisasi atau lembaga yang telah menerapkan e-learning. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif, yaitu dengan menggambarkan atau mendiskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia berdasarkan model e-learning readiness (ELR) Aydin & Tasci. Hasil penelitian menunjukan bahwa Guru Sekolah Avicenna Jagakarsa mempunyai indeks kesiapan e-learning skor ELR keseluruhan X=4,31 . Hal tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Avicenna Jagakarsa telah siap dalam menerapkan e-learning akan tetapi masih perlu adanya peningkatan

Kata Kunci :   e- learning, e- learning readines, ELR, covid- 19
2 Vol : 5       No : 1       Tahun : 2020

KESALAHAN LOGIS PADA TEKS EKSPOSISI HORTATORI SISWA SMAN 54 JAKARTA


Ni Ketut Pertiwi Anggraeni
Program Studi Informatika, Universitas Indraprasta PGRI
niketutpertiwi@hotmail.com

Abstrak

Kesalahan logis adalah kekeliruan yang dapat terjadi pada suatu argumen. Kesalahan logis pada teks eksposisi hortatori terjadi karena adanya argumen sebagai unsur utama dari teks ini yang tidak valid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe kesalahan logis yang sering muncul pada teks eksposisi hortatori yang ditulis oleh siswa SMAN 54 Jakarta. Penelitian ini mengambil kesalahan logis yang terdapat pada 70 teks yang ditulis oleh siswa kelas XI. Kesalahan logis tersebut dikelompokkan berdasarkan klasifikasi kesalahan logis dari Seyler. Hasil yang diperoleh kemudian dijabarkan menggunakan metode kualitatif dengan analisa deskriptif sebagai alat utama dalam penjabaran data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa begging the question merupakan tipe kesalahan logis yang paling banyak ditemukan pada teks eksposisi hortatori siswa SMA N 54 Jakarta.

Kata Kunci :   Kesalahan Logis, Argumen, Eksposisi Hortatori.
3 Vol : 1       No : 1       Tahun : 2016

PENOLAKAN SUBJEK DI DALAM "PHILOSOPHICAL INVESTIGATIONS" KARYA LUDWIG WITTGENSTEIN


Riko
Program Studi Teknik Informatika, Universitas Indraprasta PGRI
Email : rikophilo@gmail.com

Abstrak

Penelitian ini merupakan upaya untuk mendiskusikan kembali asumsi dasar yang selama ini telah terbangun mengenai Wittgenstein II, terutama tentang kehadiran manusia sebagai subjek yang otonom dalam bahasa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis kritis dan metode kepustakaan. Untuk menopang pernyataan tesis, penelitian ini memanfaatkan teori otonomi, konsep objektivasi, dan teori strukturalisme. Hasil penelitian ini ialah Ludwig Wittgenstein telah memperlakukan bahasa dan subjek sebagai entitas yang terpisah, dan sekaligus menempatkan subjek ke dalam posisi yang inferior di hadapan bahasa. Selain itu, Ludwig Wittgenstein secara implisit menolak kehadiran subjek yang otonom di dalam bahasa. Oleh karena itu, penulis menyimpulkan bahwa Ludwig Wittgenstein di dalam Philosophical Investigations menolak kehadiran subjek dalam menentukan makna kata.

Kata Kunci :   Ludwig Wittgenstein; Objektivasi; Otonomi; Philosophical Investigations; Strukturalisme; Subjek.
4 Vol : 1       No : 1       Tahun : 2016

PENGARUH MINAT MEMBACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIDATO


Endang Sulistyaniningsih
Program Studi Teknik Informatika, Universitas Indraprasta PGRI
Email: esulistyaniningsih@gmail.com

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat membaca dan penguasaan kosakata secara bersama-sama terhadap keterampilan siswa dalam berpidato, pengaruh minat membaca terhadap keterampilan siswa dalam berpidato, dan pengaruh penguasaan kosakata terhadap keterampilan siswa dalam berpidato. Dalam peneltian ini terdapat dua variabel bebas, yaitu minat membaca dan penguasaan kosakata dan satu variabel terikat yaitu keterampilan berpidato. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, angket, dan tes. Uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji linieritas. Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis korelasi dan analisis regresi. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan minat membaca dan penguasaan kosakata secara bersama-sama terhadap keterampilan berpidato, terdapat pengaruh yang signifikan minat membaca terhadap keterampilan berpidato, dan terdapat pengaruh yang signifikan penguasaan kosakata terhadap keterampilan berpidato.

Kata Kunci :   minat membaca, penguasaan kosakata, keterampilan berpidato
5 Vol : 1       No : 1       Tahun : 2016

PENERAPAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI MOBILE DI MADRASAH ALIYAH MANARATUL ISLAM


Nur Ali¹, Eddy Saputra², Rayung Wulan³
Program Studi Teknik Informatika, Universitas Indraprasta PGRI
Email: nurali7896@yahoo.com¹, saputra2578@gmail.com², utha2578@gmail.com³

Abstrak

Pendidikan Agama Islam di dalam lingkungan sekolah merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diikuti oleh seluruh siswa/i dengan tujuan pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntutan bahwa Agama diajarkan pada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertaqwa kepada ALLAH SWT dan berakhlak mulia. Dunia remaja merupakan masa-masa yang sangat emas, masa tersebut sering disebut sebagai “Golden Age”. Remaja umumnya berada pada cluster atau kelompok di dunia pendidikan sekolah menengah tingkat atas, di masa-masa itulah remaja dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat menjadikan kebutuhan dunia teknologi yang serba instant. Remaja di suguhkan dengan fenomenal-fenomenal teknologi informasi yang serba instant atau yang umum disebut mobile, kapan dan di manapun tidak ada keterbatasan waktu dan tempat. Dengan diartikan di sekolahpun dengan ponsel remaja bisa menggunakan. Dunia pendidikan sudah kurang mampu membendung tingginya arus globalisasi teknologi informasi mobile, adanya pendidikan Agama pun dirasakan kurang mampu menekan masalah yang ada pada remaja.

Kata Kunci :   Pendidikan Agama Islam, TI Mobile, Remaja Madrasah Aliyah
1 2 3

Jumlah Data Artikel Ilmiah Jurnal SAP: 14